Senin, 09 Juli 2012

Dimana Hidupku dimulai [ My Life began from ]


Adanya  hari yang berganti , dengan terik sinar mentari. Mengasingkan diri disudut desa. Dengan suara anak ayam yang tak berhenti berkeciap. Sunyi sepi dan hanya itu yang dirasakan. Kalaupun lebih bunyi induk ayam bergumam tak jelas sambil bersenandung dengan senang sambil mematuk pelet dengan semangat. Atau sesuatu yang berada disemak-semak belukar dengan bunyi kresek-kresek yang mungkin hanya sebuah kadal yang mengais rejeki. Lambaian bayangan matahari pun jatuh di tirai jendela cokelat itu. Siang terik bagi seseorang yang mengahiskan waktu liburan dengan ongkang-ongkang kaki. Tak ada yang menarik untuk diceritakan. Atau seseorang yang selalu bermimpi menjadi apa yang dia cita-citakan tapi tak pernah mencoba. Bagai pungguk merindukan bulan kata orang. Ya, seorang yang kesepian haus akan cinta yang bergejolak.

Cerita pun berawal saat pagi hari. Ketika waktunya bangun dan yang lainnya bersiap. Bunyi klontang klontang. "Harusnya aku bangun" batinku. Kamu kalah dengan hal hal lainnya. Kamu kalah dengan melawan kemalasan dirimu sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar