Sabtu, 24 Agustus 2019

A view to "dermaga"



Biasanya akan banyak perahu yang  berlabuh.
Perahu kecil, atau seperti judul lagu "perahu layar"
Pemandangan pagi. Perahu yang tenang, dan tidak ada ombak. 

Perjalanan pagi, sedikit mencerna. Perjalanan disini bukan jalan kaki yang panjang. Ini nenggunakan kendaraan. Dari rumah kira-kira 20 menit. Kalau diukur sebenarnya dekat. Tetapi karena jalan yang dilalui berkelok- kelok. 

Selalu ada musim. Saat berjalan lagi ibarat sebenarnya pakai kendaraan tetap menapak kembali. otak manusia katanya terdiri dari dua tuh kan. otak kiri dan otak kanan. kalau waktuku sampai disini untuk menyimpan kembali kenangan. 

Tak satupun ku lepas kembali saat coba ku lewati dibelakangpun mengikuti. Berlebihan untuk bilang saya suka. SAYA TIDAK SUKA saat kamu berpaling dariku, saat foto yang ku ambil sebenarnya bukan aku yang harus mengambilnya. tetapi KAMU ! 

LUPAKAN, DAN AKU AKAN DISORAKIN YANG LAIN. 


                                        catatan usang, 

Mie kenyal endeshhh 😋

Mie Aho

Itulah nama lokasi tempat makan ini. Tidak jauh dari pusat kota Pangkalpinang. Banyak sajian makanan yang dapat dinikmati. Mie ini non halal. Buka jam 09.00 WIB sampai habis pemesanan.
Jammian & Suimian  : untuk paket lengkap dapat dinikmati seharga Rp 20.000,00. Polos tanpa pangsit Rp 13.000




Songsui : untuk paketan 30.000

dan tentunya segelas teh hangat tawar. Apalagi saat menggunakan jeruk kunci, kecap asin, cabe potong.


#blog travel makan.

Selasa, 22 Januari 2019

2019 [J A N U A R Y]

teruntuk masih di 26 tahun.
Ingin rasanya kubernyanyi saat semua tentang perayaan.
Saat dapat berjalan, dan mendengarkan ayam  berkokok.
Saat membangunkan ibu sekarang sudah jam 3 pagi.
Belum sempatku tertidur. Setidaknya botol air putih sudah didepanku.
Dunia tak selebar daun kelor.
Pernahku dengar pepatah itu.
Menjadi sesuatu yang berwarna kuning akan selalu menjadi terang.
Menjadi biru akan selalu menjadi lautan. Terkecuali saat ada ganggang laut dan sebagainya.

Berulang untuk paginya. Tapi tak ada yang tahu sampai kapan.

Teruntuk alam hujan dan teruntuk rumah.

Minggu, 15 Juli 2012

How To BE BRAVE !

Berarus dalam merebaknya keheningan, bertengger dalam sebongkah angan.. dan harapan yang bergelut dengan tantangan.. Tapi percaya dengan sebuah impian.
angan ku berpadu dengan eloknya dunia. Dunia yang mengglobal secara tepat, menggerus perlahan tapi pasti, dimana duniaku yang dulu ? berkecamuk satu saat malam mengganti siang. Realita umum yang kita sadari. Sadarkah saat dimana kaki bertumpu dan berpijak. Sadarkah kamu siapa ?berhadapan dengan siapa. Bertekuklututlah dirimu dengan dunia yang kejam. Atau membusungkan dada dengan berkata " Aku Siap, Aku berani " . Aku percaya dengan diriku sendiri. Hadapan yang berada didepanku akan kululuhlantakkan satu persatu layakkan seujung jariku yang tak berarti apa-apa :)

Senin, 09 Juli 2012

Dimana Hidupku dimulai [ My Life began from ]


Adanya  hari yang berganti , dengan terik sinar mentari. Mengasingkan diri disudut desa. Dengan suara anak ayam yang tak berhenti berkeciap. Sunyi sepi dan hanya itu yang dirasakan. Kalaupun lebih bunyi induk ayam bergumam tak jelas sambil bersenandung dengan senang sambil mematuk pelet dengan semangat. Atau sesuatu yang berada disemak-semak belukar dengan bunyi kresek-kresek yang mungkin hanya sebuah kadal yang mengais rejeki. Lambaian bayangan matahari pun jatuh di tirai jendela cokelat itu. Siang terik bagi seseorang yang mengahiskan waktu liburan dengan ongkang-ongkang kaki. Tak ada yang menarik untuk diceritakan. Atau seseorang yang selalu bermimpi menjadi apa yang dia cita-citakan tapi tak pernah mencoba. Bagai pungguk merindukan bulan kata orang. Ya, seorang yang kesepian haus akan cinta yang bergejolak.

Cerita pun berawal saat pagi hari. Ketika waktunya bangun dan yang lainnya bersiap. Bunyi klontang klontang. "Harusnya aku bangun" batinku. Kamu kalah dengan hal hal lainnya. Kamu kalah dengan melawan kemalasan dirimu sendiri.